JakOnline – Persija kembali meraih hasil positif dalam lanjutan partai ISL. Menghadapi Persisam di laga usiran stadion Manahan Solo Persija berhasil menghancurkan tamunya dari bumi Kalimantan Persisam Samarinda.
Pertandingan yang seharusnya bermain di GBK, namun karena ada acara KTT Asean 1-10 Mei di Jakarta, sehingga pertandingan terpaksa dimainkan di Solo berlangsung kurang seimbang. Persija dari menit awal terus mengurung pertahanan Persisam.
Hasilnya 2 gol cepat bersarang ke gawang Persisam yang dikawal Wawan Hendrawan dimenit ke 3 dan ke6 masing – masing dicetak oleh Makor dan Bambang Pamungkas. Selanjutnya seperti sudah putus asa pertahanan Persisam dengan mudahnya di obrak abrik oleh lini depan Persija terutama oleh aksi Greg yang mencetak gol pada menit ke 31 menutup laga dibabak pertama untuk keunggulan Persija 3-0 atas Persisam.
Unggul 3 gol dibabak pertama tidak mengendurkan lini depan Persija untuk menambah perbendaharaan gol dalam pertandingan yang dihadiri sekitar 3000 Jakmania yang hadir langsung dari Jakarta. Precious menambah pundi – pundi gol Persija dimenit ke 64 lewat sundulannya memanfaatkan tendangan penjuru yang sebelumnya mengenai kepala Greg.
Seakan belum puas dengan raihan 4 gol, Greg menambah koleksi golnya menjadi 2 dipertandingan ini setelah berhasil lolos dari jebaka offside dimenit ke 64. M.Ilham pun menunjukan aksinya dengan mencetak gol berkelas lewat tendangan keras dari luar kotak pinalti dimenit ke 72, dan langsung melakukan selebrasi salam Jete untuk Jakmania yang hadir di Manahan.
Pesta gol Persija sore itu ditutup oleh gol dari Tony Sucipto dimenit ke 80 yang menjadikan gol pertama tony sucipto untuk Persija musim ini, dan tony melakukan selebrasi tanda hati dengan tangannya kembali untuk The Jak yang tiada hentinya memberikan dukungan kepada Persija.
Persisam berhasil memperkecil ketertinggalan lewat 2 gol di 10 menit akhir pertandingan yang dicetak oleh Joel Tsimi dimenit 83 dan Julio Lopez dimenit 87 yang sekaligus menutup laga dengan skor akhir 7-2 untuk kemenangan Persija atas Persisam.
Laga selanjutnya Persija akan menghadapi Bontang FC 27 April 2011 masih dari Stadion Manahan Solo kick off 19.00. Raih kemenangan terus untuk bisa menyalip Semen Padang di posisi Runner Up. ( JO )
DARI : WWW.JAKMANIA.ORG
Sabtu, 23 April 2011
Selasa, 19 April 2011
2 Partai Home Persija Fix Dilaksanakan di Manahan Solo
JakOnline-Partai lanjutan Persija Jakarta yang akan menghadapi Persisam Samarinda pada hari Sabtu, tanggal 23 April 2011 dan menghadapi PKT Bontang pada hari Rabu, tanggal 27 April 2011 nantinya akan mengambil tempat di stadion Manahan Solo, Jawa Tengah setelah sebelumnya laga kandang Persija Jakarta ini tidak dapat menyelenggarakan pertandingannya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta yang berkenaan dengan akan diselenggarakannnya KTT ASEAN di Jakarta pada awal Mei nantinya sebagai langkah upaya sterilisasi kawasan Senayan Jakarta oleh pihak Kepolisian dari Polda Metro Jaya, sehingga Persija Jakarta dengan terpaksa harus mencari tempat alternatif untuk menyelenggarakan 2 partai kandangnya di bulan April ini.
Saat ini informasi yang berhasil dihimpun oleh Jak Online dari manajemen Persija mengenai 2 laga kandang Persija ini, untuk ijin lisan penggunaan stadion Manahan Solo sudah ada, namun masih terus dikoordinasikan oleh pihak-pihak terkait terutama oleh Panitia Pelaksana (Panpel) Persija dengan pihak pengelola stadion Manahan Solo dan juga pihak Kepolisian setempat untuk mengurus hal-hal teknis serta perijinan disana nantinya dan Persija sendiri akan bertolak ke Solo pada hari Kamis pagi, 21/4 agar bisa langsung berlatih pada sore harinya di Solo dan untuk hari selasa, 19/4 dan Rabu, 20/4 Persija akan menggelar latihan rutinnya sore hari di GOR Ciracas, Jakarta Timur dan pada partai tanggal 23/4 melawan Persisam Samarinda nantinya akan digelar pukul 15.30 WIB dan untuk partai melawan PKT Bontang akan dilaksanakan pada malam hari pukul 19.00 WIB.(JO)
WWW.JAKMANIA.ORG
Saat ini informasi yang berhasil dihimpun oleh Jak Online dari manajemen Persija mengenai 2 laga kandang Persija ini, untuk ijin lisan penggunaan stadion Manahan Solo sudah ada, namun masih terus dikoordinasikan oleh pihak-pihak terkait terutama oleh Panitia Pelaksana (Panpel) Persija dengan pihak pengelola stadion Manahan Solo dan juga pihak Kepolisian setempat untuk mengurus hal-hal teknis serta perijinan disana nantinya dan Persija sendiri akan bertolak ke Solo pada hari Kamis pagi, 21/4 agar bisa langsung berlatih pada sore harinya di Solo dan untuk hari selasa, 19/4 dan Rabu, 20/4 Persija akan menggelar latihan rutinnya sore hari di GOR Ciracas, Jakarta Timur dan pada partai tanggal 23/4 melawan Persisam Samarinda nantinya akan digelar pukul 15.30 WIB dan untuk partai melawan PKT Bontang akan dilaksanakan pada malam hari pukul 19.00 WIB.(JO)
WWW.JAKMANIA.ORG
Launching Buku BEPE20 : Ketika Jemariku Menari
JakOnline-Kharisma Bambang Pamungkas tidak hanya kuat di dalam lapangan, tetapi di luar lapangan Bepe memiliki daya tarik luar biasa di mata publik. Itu terlihat saat Bepe meluncurkan buku BEPE20 Ketika Jemariku Menari yang ditulis sendiri oleh Bepe. Berbondong-bondong penggemar yang akan membeli buku datang sejak acara belum dimulai di kantor tabloid BOLA, Palmerah Barat, Jakarta, Sabtu (16/10). Acara dihadiri oleh Direktur Sports and Health Media (SHM) Ian Situmorang, Wakil Redaktur Pelaksana BOLA sekaligus editor buku tersebut Yudhi F. Oktaviadhi, wakil Syair.org, Deasy Noviyanti, yang juga menjadi MC acara, pihak Nike yang mengutus Lili Yuniarti dan Nino Priambodo, perwakilan dari Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (YPKAI), serta teman-teman Bepe seperti Mirwan Suwarso, Andibachtiar Yusuf, Ridho Hafiedz (Slank) dan istro Ony Seroja, bahkan datang pula mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso. Istri Bepe, Tribuana Tungga Dewi, tentu hadir untuk memberikan dorongan atas apa yang dilakukan oleh Bepe.
Selain Itu dari Persija Jakarta juga diwakili kehadirannya oleh wakil manajer tim, Ferry Indrasjarief, serta bek Leo Saputra serta juga dari The Jakmania dan Jak Online. Ketika acara dimulai untuk media, penggemar Bepe sudah banyak hadir di halaman kantor BOLA. Dan ketika tempat acara dibuka untuk umum, lebih dari 300 orang yang dengan sabar menanti langsung mengantri untuk membeli buku dan meminta tanda tangan dari sang idola. Mereka pun sangat puas setelah mendapatkan buku dan tanda tangan meski harus antri. Hasil dari penjualan BEPE20 Ketika Jemariku Menari akan disumbangkan oleh Bepe kepada Syair.org dan YPKAI yakni yayasan yang peduli terhadap anak-anak yang hidup dengan HIV/AIDS dan kanker, yang selama ini didukung oleh Bepe.(JO-www.syair.org)
Selain Itu dari Persija Jakarta juga diwakili kehadirannya oleh wakil manajer tim, Ferry Indrasjarief, serta bek Leo Saputra serta juga dari The Jakmania dan Jak Online. Ketika acara dimulai untuk media, penggemar Bepe sudah banyak hadir di halaman kantor BOLA. Dan ketika tempat acara dibuka untuk umum, lebih dari 300 orang yang dengan sabar menanti langsung mengantri untuk membeli buku dan meminta tanda tangan dari sang idola. Mereka pun sangat puas setelah mendapatkan buku dan tanda tangan meski harus antri. Hasil dari penjualan BEPE20 Ketika Jemariku Menari akan disumbangkan oleh Bepe kepada Syair.org dan YPKAI yakni yayasan yang peduli terhadap anak-anak yang hidup dengan HIV/AIDS dan kanker, yang selama ini didukung oleh Bepe.(JO-www.syair.org)
Selasa, 12 April 2011
sejarah the jak mania
Ide terbentuknya The Jakmania muncul dari Diza Rasyid Ali, manager Persija saat itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Sutiyoso sangat menyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung.
Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal di saat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.
Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.
Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief yang lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.
Bung Ferry memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Di bawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya[rujukan?], The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.
Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga jelang Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7.200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah.
Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 30.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.
Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal di saat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.
Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.
Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief yang lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.
Bung Ferry memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Di bawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya[rujukan?], The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.
Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga jelang Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7.200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah.
Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 30.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.
Persija Jakarta
Persija (singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Jakarta. Persija saat ini berlaga di Liga Super Indonesia.
Persija didirikan pada 28 November 1928, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ). VIJ merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan Persatuan sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan keikutsertaan wakil VIJ, Mr. Soekardi dalam pembentukan PSSI di Societeit Hadiprojo Yogyakarta, Sabtu 19 April 1930.
Klub ini mendapatkan perhatian yang besar dari Gubernur Jakarta, Sutiyoso, yang merupakan Pembina Persija. Kelompok pendukungnya bernama The Jakmania.
Saat ini Persija dilatih oleh Rahmad Darmawan dibantu oleh asisten Francis Wawengkang.
Sejarah
Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra). Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta). Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada. Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada.
Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar. Mungkin juga karena secara sosial politik sudah tidak kondusif (mendukung). Suasana tersebut akhirnya merembet ke anggotanya, antara lain VBO. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija. Dalam perkembangannya, VBO bergabung ke Persija. Dalam turnamen segitiga persahabatan, gabungan pemain bangsa Indonesia yang tergabung dalam Persija “baru” itu berhadapan dengan Belanda dan Tionghoa. Inilah hasilnya: Persija (Indonesia) vs Belanda 3-3 (29 Juni 1951), Belanda vs Tionghoa 4-3 (30 Juni 1951), dan Persija (Indonesia) vs Tionghoa 3-2 (1 Juli 1951). Semua pertandingan berlangsung di lapangan BVC Merdeka
Prestasi
Nasional
Perserikatan
* Tahun 1931, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (1)
* Tahun 1933, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (2)
* Tahun 1934, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (3)
* Tahun 1938, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (4)
* Tahun 1964, Juara Perserikatan (5)
* Tahun 1973, Juara Perserikatan (6)
* Tahun 1975, Juara Perserikatan, bersama dengan PSMS Medan (7)
* Tahun 1977, Juara Perserikatan (8)
* Tahun 1979, Juara Perserikatan (9)
* Tahun 1990, Peringkat Ke-10 Perserikatan
Liga Indonesia
* Tahun 1994, Peringkat Ke-18 Divisi Utama Wilayah Barat
* Tahun 1995, Peringkat Ke-13 Divisi Utama Wilayah Barat
* Tahun 1996, Peringkat 11 Wilayah Barat
* Tahun 1998, Semifinalis
* Tahun 1999, Semifinalis
* Tahun 2001, Juara Liga Indonesia
* Tahun 2002, 8 Besar Liga Bank Mandiri
* Tahun 2003, Peringkat 8 Liga Bank Mandiri
* Tahun 2004, Peringkat 3 Liga Bank Mandiri
* Tahun 2005, Runner-Up Liga Indonesia
* Tahun 2006, Liga Indonesia 8 Besar
Liga Super Indonesia
* Tahun 2010, Peringkat 5 Liga Super Indonesia
* Tahun 2011, Klasemen Sementara (tanggal 19 Maret 2011) ke 2
Piala Indonesia
* Tahun 2005, Runner-Up Copa Indonesia
* Tahun 2006, Copa Indonesia Juara 3
* Tahun 2007, Copa Indonesia Juara 3
Internasional
* Tahun 2000, Juara Piala Sultan Brunei Darussalam
Skuad
Berikut merupakan skuat sementara Persija Jakarta untuk musim kompetisi 2010–2011.
Pelatih: Bendera Indonesia Rahmad Darmawan
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No. Pos. Nama
1 Bendera Indonesia GK Roni Tri P
2 Bendera Singapura DF Precious E
4 Bendera Kamerun DF Eric A. Bayemi M
6 Bendera Indonesia MF Tony Sucipto
7 Bendera Indonesia MF Ramdani Lestaluhu
8 Bendera Indonesia MF Syamsul B Chaeruddin
10 Bendera Nigeria FW Greg Nwokolo
11 Bendera Indonesia MF Agus Indra K
13 Bendera Indonesia DF Hasim Kipauw
14 Bendera Indonesia DF Ismed Sofyan
15 Bendera Indonesia FW Aliyudin
17 Bendera Indonesia MF Mohammad Nasuha
18 Bendera Indonesia MF Oktavianus
No. Pos. Nama
19 Bendera Indonesia DF Ambrizal
20 Bendera Indonesia FW Bambang Pamungkas Kapten
21 Bendera Indonesia MF Amarzukih
22 Bendera Perancis MF Oliver Makor
23 Bendera Indonesia DF Leo Saputra Jacob
25 Bendera Singapura FW Agu Casmir
26 Bendera Indonesia GK Andritany Ardhiyasa
27 Bendera Indonesia MF Sigit Hermawan
28 Bendera Indonesia DF AA Ngurah Wahyu T.
34 Bendera Indonesia GK Hendro Kartiko
44 Bendera Indonesia DF Wirya Kumandra
81 Bendera Indonesia MF Muhammad Ilham
33 Bendera Indonesia FW Alan Marta
77 Bendera Indonesia GK Jendri Piyoy
Persija didirikan pada 28 November 1928, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ). VIJ merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan Persatuan sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan keikutsertaan wakil VIJ, Mr. Soekardi dalam pembentukan PSSI di Societeit Hadiprojo Yogyakarta, Sabtu 19 April 1930.
Klub ini mendapatkan perhatian yang besar dari Gubernur Jakarta, Sutiyoso, yang merupakan Pembina Persija. Kelompok pendukungnya bernama The Jakmania.
Saat ini Persija dilatih oleh Rahmad Darmawan dibantu oleh asisten Francis Wawengkang.
Sejarah
Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra). Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta). Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada. Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada.
Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar. Mungkin juga karena secara sosial politik sudah tidak kondusif (mendukung). Suasana tersebut akhirnya merembet ke anggotanya, antara lain VBO. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija. Dalam perkembangannya, VBO bergabung ke Persija. Dalam turnamen segitiga persahabatan, gabungan pemain bangsa Indonesia yang tergabung dalam Persija “baru” itu berhadapan dengan Belanda dan Tionghoa. Inilah hasilnya: Persija (Indonesia) vs Belanda 3-3 (29 Juni 1951), Belanda vs Tionghoa 4-3 (30 Juni 1951), dan Persija (Indonesia) vs Tionghoa 3-2 (1 Juli 1951). Semua pertandingan berlangsung di lapangan BVC Merdeka
Prestasi
Nasional
Perserikatan
* Tahun 1931, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (1)
* Tahun 1933, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (2)
* Tahun 1934, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (3)
* Tahun 1938, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (4)
* Tahun 1964, Juara Perserikatan (5)
* Tahun 1973, Juara Perserikatan (6)
* Tahun 1975, Juara Perserikatan, bersama dengan PSMS Medan (7)
* Tahun 1977, Juara Perserikatan (8)
* Tahun 1979, Juara Perserikatan (9)
* Tahun 1990, Peringkat Ke-10 Perserikatan
Liga Indonesia
* Tahun 1994, Peringkat Ke-18 Divisi Utama Wilayah Barat
* Tahun 1995, Peringkat Ke-13 Divisi Utama Wilayah Barat
* Tahun 1996, Peringkat 11 Wilayah Barat
* Tahun 1998, Semifinalis
* Tahun 1999, Semifinalis
* Tahun 2001, Juara Liga Indonesia
* Tahun 2002, 8 Besar Liga Bank Mandiri
* Tahun 2003, Peringkat 8 Liga Bank Mandiri
* Tahun 2004, Peringkat 3 Liga Bank Mandiri
* Tahun 2005, Runner-Up Liga Indonesia
* Tahun 2006, Liga Indonesia 8 Besar
Liga Super Indonesia
* Tahun 2010, Peringkat 5 Liga Super Indonesia
* Tahun 2011, Klasemen Sementara (tanggal 19 Maret 2011) ke 2
Piala Indonesia
* Tahun 2005, Runner-Up Copa Indonesia
* Tahun 2006, Copa Indonesia Juara 3
* Tahun 2007, Copa Indonesia Juara 3
Internasional
* Tahun 2000, Juara Piala Sultan Brunei Darussalam
Skuad
Berikut merupakan skuat sementara Persija Jakarta untuk musim kompetisi 2010–2011.
Pelatih: Bendera Indonesia Rahmad Darmawan
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No. Pos. Nama
1 Bendera Indonesia GK Roni Tri P
2 Bendera Singapura DF Precious E
4 Bendera Kamerun DF Eric A. Bayemi M
6 Bendera Indonesia MF Tony Sucipto
7 Bendera Indonesia MF Ramdani Lestaluhu
8 Bendera Indonesia MF Syamsul B Chaeruddin
10 Bendera Nigeria FW Greg Nwokolo
11 Bendera Indonesia MF Agus Indra K
13 Bendera Indonesia DF Hasim Kipauw
14 Bendera Indonesia DF Ismed Sofyan
15 Bendera Indonesia FW Aliyudin
17 Bendera Indonesia MF Mohammad Nasuha
18 Bendera Indonesia MF Oktavianus
No. Pos. Nama
19 Bendera Indonesia DF Ambrizal
20 Bendera Indonesia FW Bambang Pamungkas Kapten
21 Bendera Indonesia MF Amarzukih
22 Bendera Perancis MF Oliver Makor
23 Bendera Indonesia DF Leo Saputra Jacob
25 Bendera Singapura FW Agu Casmir
26 Bendera Indonesia GK Andritany Ardhiyasa
27 Bendera Indonesia MF Sigit Hermawan
28 Bendera Indonesia DF AA Ngurah Wahyu T.
34 Bendera Indonesia GK Hendro Kartiko
44 Bendera Indonesia DF Wirya Kumandra
81 Bendera Indonesia MF Muhammad Ilham
33 Bendera Indonesia FW Alan Marta
77 Bendera Indonesia GK Jendri Piyoy
Persija Tergelincir di Kanjuruhan
JakOnline-Arema Indonesia berhasil melakukan revans atas Persija Jakarta sekaligus merebut posisi ke-3 pada klasemen sementara ISL 2010/2011 dengan poin 34 yang sama dengan poin yang dimiliki oleh Persija Jakarta namun karena unggul dalam selisih gol maka team Arema Indonesia berhak di posisi ke-3 sementara ini dalam partai lanjutan ISL 2010/2011 pada hari Minggu, 10/4, tampil dengan didukung ribuan Aremania yang memadati tribun stadion Kanjuruhan di Kepanjen, Arema langsung menggebrak pertahanan Persija Jakarta sehingga di menit-menit awal pertandingan sehingga Arema Indonesia berhasil mendapat hadiah pinalti dari wasit dan berhasil dimanfaatkan dengan baik melalui gol yang diciptakan Roman Chmelo pada menit ke-4, unggul 1-0 Arema semakin bernafsu terus menekan pertahana Persija, kondisi lapangan yang licin dan becek akibat diguyur hujan deras berhasil dimanfaatkan Arema melalui tembakan keras Sunarto di menit ke-17 yang sempat mengenai kaki pemain Arema lainnya dan gagal diantisipasi oleh kipper Jendry Pitoy akibat arah bola yang melenceng sehingga mengubah kedudukan menjadi 2-0 untuk Arema hingga babak pertama usai.
Pada babak kedua, Persija tampil lebih agresive untuk mengejar defisit gol yang juga didukung penuh oleh hampir seribuan Jakmania yang turut hadir di stadion Kanjuruhan dengan terus tanpa hentinya memberikan semangat kepada para pemain baik melalui nyanyian pembangkit semangat maupun melalui parade suar yang tersaji di tribun Jakmania di stadion Kanjuruhan untuk membangkitkan motivasi para pemain untuk mengejar ketertinggalannya sehingga praktis Arema hanya mengandalkan serangan balik setelah Sunarto dihukum dengan kartu merah setelah menerima 2 kartu kuning akibat pelanggaran kerasnya, Persija terus mengurung pertahanan Arema, namun kondisi lapangan yang juga cukup licin dan becek memang sedikit menyulitkan aliran-aliran bola sehingga beberapa kali aliran bola sempat bergerak agak lambat tertahan oleh kondisi rumput yang basah, Persija akhirnya hanya dapat membalas satu gol melalui heading Bambang Pamungkas di menit ke-86 hasil umpan silang dari Greg Nwokolo dan skor 2-1 ini bertahan hingga peluit panjang berbunyi, hasil ini tentu saja agak mengecewakan mengingat di 4 partai terakhir Persija diakhiri dengan kekalahan serta imbang dan berharap di partai-partai selanjutnya Persija dapat bangkit kembali meraih poin-poin penuh,(JO)
di ambil dari : www,jakmania.org
Pada babak kedua, Persija tampil lebih agresive untuk mengejar defisit gol yang juga didukung penuh oleh hampir seribuan Jakmania yang turut hadir di stadion Kanjuruhan dengan terus tanpa hentinya memberikan semangat kepada para pemain baik melalui nyanyian pembangkit semangat maupun melalui parade suar yang tersaji di tribun Jakmania di stadion Kanjuruhan untuk membangkitkan motivasi para pemain untuk mengejar ketertinggalannya sehingga praktis Arema hanya mengandalkan serangan balik setelah Sunarto dihukum dengan kartu merah setelah menerima 2 kartu kuning akibat pelanggaran kerasnya, Persija terus mengurung pertahanan Arema, namun kondisi lapangan yang juga cukup licin dan becek memang sedikit menyulitkan aliran-aliran bola sehingga beberapa kali aliran bola sempat bergerak agak lambat tertahan oleh kondisi rumput yang basah, Persija akhirnya hanya dapat membalas satu gol melalui heading Bambang Pamungkas di menit ke-86 hasil umpan silang dari Greg Nwokolo dan skor 2-1 ini bertahan hingga peluit panjang berbunyi, hasil ini tentu saja agak mengecewakan mengingat di 4 partai terakhir Persija diakhiri dengan kekalahan serta imbang dan berharap di partai-partai selanjutnya Persija dapat bangkit kembali meraih poin-poin penuh,(JO)
di ambil dari : www,jakmania.org
Sabtu, 02 April 2011
Persipura Berhasil Menahan Imbang Persija
JakOnline-Persipura Jayapura berhasil menahan imbang tuan rumah Persija Jakarta dengan skor 1-1 pada partai lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 yang tersaji sore ini, 31/3 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta, kesemua gol diciptakan pada babak kedua dimana team tamu Persipura Jayapura lebih dulu mencetak gol pada menit ke 50 melalui tendangan terukur Titus Bonay ke sudut kiri gawang Persija yang dikawal oleh kipper Hendro Kartiko, tertingggal 0-1 membuat pasukan Macan Kemayoran terus menekan pertahanan Persipura Jayapura sehingga tercipta beberapa peluang emas untuk Persija Jakarta namun hanya satu peluang yang pada akhirnya berbuah gol melalui heading Agu Casmir yang didahului oleh tendangan sudut yang dilakukan Ismed Sofyan pada menit ke-85 yang merubah kedudukan menjadi imbang 1-1 hingga peluit panjang babak kedua berbunyi.
Hasil ini semakin memantapkan posisi Persipura Jayapura di posisi teratas dengan poin 41 dari 19 kali pertandingannya, sedangkan Persija Jakarta melorot ke posisi ketiga dengan poin 33 pada klasemen sementara setelah Semen Padang meraih poin sempurna atas tamunya Persijap Jepara di Padang sehingga saat ini berada di posisi kedua dengan nilai 35, hasil inipun sekaligus belum memecahkan mitos Persija untuk menang atas Persipura dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, dipartai selanjutnya, Persija akan kembali berhadapan dengan team Papua lainnya yakni Persiwa Wamena pada tanggal 6 April 2011 yang akan datang di SUGBK Senayan Jakarta.(JO)
DI AMBIL DARI : WWW.JAKMANIA.ORG
Hasil ini semakin memantapkan posisi Persipura Jayapura di posisi teratas dengan poin 41 dari 19 kali pertandingannya, sedangkan Persija Jakarta melorot ke posisi ketiga dengan poin 33 pada klasemen sementara setelah Semen Padang meraih poin sempurna atas tamunya Persijap Jepara di Padang sehingga saat ini berada di posisi kedua dengan nilai 35, hasil inipun sekaligus belum memecahkan mitos Persija untuk menang atas Persipura dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, dipartai selanjutnya, Persija akan kembali berhadapan dengan team Papua lainnya yakni Persiwa Wamena pada tanggal 6 April 2011 yang akan datang di SUGBK Senayan Jakarta.(JO)
DI AMBIL DARI : WWW.JAKMANIA.ORG
Langganan:
Komentar (Atom)
